Kata Pengantar

Dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada tanggal 31 Desember 2015 dimana arus globalisasi yang melahirkan perdagangan bebas dan persaingan bebas, semakin kentara di wilayah negara anggota ASEAN di mana negara kita berada di dalamnya, semua jenis barang dan jasa bebas memasuki negara–negara tanpa hambatan. Hal yang tak bisa dicegah adalah membanjirinya SDM dari negara lain ke negara kita adalah, belum siapnya SDM kita mengantisipasi keterbukaan dalam dunia perdagangan internasional atau kita belum siap bersaing menduduki posisi–posisi penting yang ditawarkan oleh pebisnis internasional, terutama dibidang Ekspor Impor. Ketinggalan atau belum berkembangnya SDM yang dibutuhkan antara lain disebabkan belum ada upaya dari swasta untuk bergerak mengambil alih fungsi pemerintah dalam penyediaan kebutuhan SDM untuk melayani ekspor dan impor secara profesional dan menyeluruh, Fokus pada pemberdayaan SDM yang dilakukan diberbagai pihak harus dilandasi arahan kebijakan yang memperhatikan aspek peningkatan wirausaha, terutama usaha di bidang ekspor–impor. Kegiatan Ekspor Impor merupakan kegiatan yang sangat luas terkait dengan banyak pihak seperti eksportir, importir, perbankan, transportasi, cargo dan instansi lain. Oleh karena itu tenaga profesional dibidang ini harus mampu dan kompeten dalam melaksanakannya, mulai dari cara inquiring, offering, ordering, negosiasi, membuat kontrak dagang hingga ke pengangkutan dan cargo clearence selain itu juga harus mengerti peraturan baik peraturan regional dan internasional.

Salah satu kunci sukses agar dapat menghadapi persaingan bisnis ekspor impor dan meningkatnya pertumbuhan ekspor  adalah dengan memiliki pelaku dan tenaga sumber daya manusia yang telah memiliki kompetensi dalam bidang ekspor- impor. Pelaku dan tenaga kerja  bidang ekspor impor  dididik dan dilatih secara sistematis,  melakukan praktek dalam kerja kemudian dilakukan sertifikasi  oleh lembaga sertifikasi yang telah terlinsensi  untuk memastikan kompetensi yang telah dimiliki oleh pelaku dan tenaga kerja di bidang  ekspor impor tersebut. Atas dasar permasalahan itu, maka telah dibentuk Lembaga sertifikasi Profesi (LSP) Ekspor Impor Indonesia yang merupakan lembaga independen dan profesional dalam menyelenggarakan standarisasi, uji kompetensi dan sertifikasi bagi profesional di bidang Ekspor Impor. Sertifikat yang dikeluarkan LSP Ekspor Impor Indonesia merupakan bukti pengakuan atas kompetensi seseorang setelah melakukan uji kompetensi. LSP  Ekspor Impor Indonesia (LSPEII) adalah sebagai lembaga sertifikasi profesi yang telah mendapatkan lisensi dari BNSP sejak tahun 2010. LSPEII hadir dalam memberikan sertifikasi bagi tenaga kerja bidang ekspor-impor sesuai dengan Standar  Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang telah ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan nomor: Kep.247/MEN/2007. LSPEII akan terus menerus melakukan pembenahan dalam standar kerja bidang ekspor impor agar sesuai dengan tuntutan pengusaha dan  industri yang beroreintasi  ekspor-impor dengan melibatkan para pengusaha, industri, praktisi, akademisi,  dan pemerintah. 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *